Renungan Akhir Tahun

Ada yang berbeda di malam ini. Suasana malam terasa begitu hidup. Tidak seperti biasanya, yang hanya sunyi senyap dan sepi. Tapi malam ini jalan raya begitu sesak, objek wisata pun telah dipadati oleh pengunjung. Tujuan dan motivasi mereka sama yaitu merayakan malam pergantian tahun.

Suara hiruk pikuk terompet terdengar dimana-mana. Letusan kembang api juga terlihat di mana-mana. Beragam cara orang dalam merayakan acara tutup tahun ini. Ada yang membuat pesta kcil-kecilan dengan keluarga dan kerabat. Ada juga yang mereyakannya dengan berkumpul dengan teman-teman, serta ada juga yang merayakannya dengan bepergian ke luar kota. Tidak hanya anak muda, kaum tua pun ikut larut dalam ritual ini. Ya, beginilah ritual pergantian tahun baru dari tahun ke tahun. Tak pernah berubah. Entah siapa yang pertama kali memulai, yang jelas budaya ini sudah begitu mendarah daging dalam kehidupan kita.

Tahun 2010 memang akan segera berlalu dan itu artinya tahun 2011 akan datang hadir mengantikannya. Hanya tinggal beberapa jam saja tahun ini akan berganti. Ah, sunggguuh cepat terasa waktu ini berjalan. Baru saja rasanya aku melewati malam seperti ini di rumah bersama beberapa orang teman. Nah, sekarang sudah akan merasakanya lagi dengan kondisi yang tak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Semua orang terlihat begitu gembira dan berbesar hati. Seolah mereka tidak ada punya beban dan masalah saja. Ritual pergantian tahun begitu telah membius mereka. Mereka begitu larut di dalamnya. Bergai macam musik dan hiburan digelar. Meriah, tapi terasa hampa,kawan.

Ada satu hal penting yang mungkin banyak terlupakan oleh mereka, yaitu mengambil hikmah dan pelajaran dari momen bergantinya tahun ini.
Mari sejenak kita merenung, bagaimana masa lalu kita,.?? \
Bagaimana kehidupan kita dulu,.?
Dan banyak hal lain yang perlu kita ingat lagi dalam pergantian tahun ini terkait dengan kehidupan kita di masa yang akan datang. Jangan hanya sekedar hura-hura tak jelas tanpa ada hikmah yang dapat kita petik demi sebuah kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.


Tahun 2010 memang akan kita tinggalkan, dan tahun 2011 akan segera kita tempuh. Namun, bukan berati kita meninggalkannya begitu saja. Banyak hal yang dapat dipetik sebagai pegangan bagi kita dalam mengahrungi kehidupan di masa depan, tidak hanya di tahun 2011.
Saya, anda dan semua kita tentu punya masa lalu masing-masing, punya pengalaman hidup masing-masing di tahun 2010. Baik itu pengalaman yang indah, maupun pengalaman yang buruk dan menyedihkan. Akan tetapi, apapun itu tetap saja sebuah pengalaman dan layak untuk dijadikan pelajran hidup.
Jika itu pengalaman buruk, kita harus bisa mengambil pelajaran agar hal yang sama tidak terjadi lagi dalam hidup kita. Jika itu berupa pengalaman baik, maka kita harus jadikan itu pelajaran agar hal-hal baik itu tetap menyertai kehidupan kita di masa yang akan datang.


Kita memang harus berguru pada masa lalu. Jangan hanya larut dan terhanyut dengan kemewahan-kemewahan perayaan menyambut tahun baru dan lupa mengambil pelajaran dan hikmah darinya. Sehingga kehidupan kita juga tidak berubah dan tetap seperti itu saja. Melewati pergantian tahun tidak perlu dengan sebuah kemeriahan yang tak jelas,akan lebih bijak kiranya jika kita mampu belajar dari masa lalu untuk masa depan yang lebih baik.


Belajarlah dari pengalaman, agar hidup lebih baik di masa yang akan datang,.,!!
“Orang buta saja tidak mau jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya”


*oleh: Heru Perdana P

[ Selengkapnya...]
Label:

Kebijakan Fiskal Pada Masa Rasulullah

Ekonomi Islam sebenarnya sudah dimulai sejak Rasul Hijrah ke Madinah yang dululunnya sebelum Nabi Hijrah ke Madinah kota tersebut bernama Yatrib, setelah Rasul pindah ke Yatrib kota tersebut dirubah namanya menjadi Madinatun Nabiy (kota Nabi) disingkat dengan nama Madinah. Nabi hijrah tersebut terjadi pada tahun 622M, sejak tahun itulah dimulai Sistem Ekonomi Islam. 
Barulah pada periode Madinah Rasulullah memimpin perekonomian masyarakat Madinah dan sekaligus menjadi kepala pemerintahan masyarakat Madinah sehingga menjadi masyarakat yang sejahtra dan beradab. Meskipun perekonomian pada masa Rasulullah masih sederhana, tetapi beliau telah menunjukkan prinsip-prinsip yang mendasar bagi pengelolaan ekonomi. Karakter umum dari perekonomian pada masa Rasulullah adalah komitmennya yang tinggi terhadap etika dan norma, serta perhatiannya yang besar terhadap keadilan dan pemerataan kekayaan. Usaha-usaha ekonomi harus dilakukan secara etis dalam bingkai syari’at Islam, sementara sumberdaya ekonomi tidak boleh menumpuk pada segelintir orang, melainkan harus beredar bagi kesejahteraan umat. Pasar menduduki peranan penting sebagai mekanisme ekonomi, tetapi pemerintah dan masyarakat juga bertindak aktif dalam mewujutkan kesejahteraan dan menegakkan keadilan.
Sebagai mana pada masyarakat Arab lainnya, mata pencarian mayoritas penduduk Madinah adalah berdagang, sebagian yang lain bertani, beternak, dan berkebun. Berbeda dengan Makkah yang gersang. Berbeda dengan tanah yang berada di Madinah relatif subur sehingga pertanian, perternakan, dan perkebunan bias dilakukan di kota ini. Kegiatan ekonomi pasar relativ menonjol pada masa itu, dimana untuk menjaga agar mekanisme pasar berada dakam bingkai etika dan moralitas Islam, Maka Rasulullah mendirikan Al-Hisbah. Al-Hisbah adalah institusi yang bertugas sebagai pengawas pasar (market controller). Rsulullah juga membentuk Baitul Maal, sebuah institusi yang bertindak sebagai pengelola keuangan Negara. Baitul Maal ini memegang peranan yang sangat penting bagi perekonomian, termasuk dalam kebijakan yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.
Sewaktu Rasulullah berada di Madinah, mulailah Rasulullah mengatur kehidupan muhajirin (Mukmin yang hijrah dari Mekkah ke Madinah) dan Anshar (Mukmin yang berada di Madinah). Rasulullah Saw mengawali pembangunan Madinah dengan tampa sumber keuangan yang pasti, sementara distribusi kekayaan juga timpang. Kaum muhajirin tidak memiliki kekayaan karena mereka telah meninggalkan seluruh hartanya di Makkah. Oleh karena itu, Rasulullah mepersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar sehingga dengan sendirinya terjadi resdistribusi kekayaan. Kebijakan ini sangat penting sebagai langkah awal pembangunan Madinah. Selanjutnya untuk memutar roda perekonomian, Rasulullah mendorong kerjasama antara anggota masyarakat (misalnya muzaraah, mudharabah, musraqah, dan lai-lain) sehingga terjadi peningkatan produktifitas. Namun, sejalan dengan perkembangan masyarakat muslim, maka sumber penerimaan Negara juga meningkat. Sumber pemasukan Negara berasal beberapa sumber, tetapi yang paling pokok adalah zakat dan ushr.

Adapun sumber-sumber penghasilan negara pada zaman Rasulullah untuk membangun Negara islam dan mengembangkan ajaran Islam di jazirah arab adalah sebagai berikut:

 Ghanimah
Dengan adanya perang badar pada abat ke-2 Hijriah, Negara mulai mempunyai pendapatan dari seperlima rampasan perang (ghanimah) yang disebut dengan khums.

 Jizyah
Pada masa Rasulullah sudah terdapat jizyah yaitu pajak yang dibayarkan oleh orang non Muslim khususnya ahli kitab, untuk jaminan perlindungan jiwa, property, ibadah, bebas dari nilai-nilai, dan tidak wajib militer. Besarnya jizayah satu dinar pertahun untuk orang dewasa yang mampu membayarnya. Tujuan utamanya adalah untuk kebersamaan dalam menanggung beban Negara yang bertugas memberikan perlindungan dan juga sebagai dorongan bagi kaum kafir untuk masuk Islam


 Kharaj
Adapun sumber lain penghasilan pada masa Rasulullah untuk pembangunan Negara bersal dari kharaj (pajak tanah) yang dipungut kepada non Muslim ketika Khaibar ditaklukkan, Jumlah Kharaj dari tanah itu tetap setengah dari hasil produksi. Jadi pengertian kharaj adalah kebijakan fiskal yang diwajibkan atas tanah petanian terhadap Negara-negara Islam yang baru berdiri. Para fuqaha menetapkan bahwa Al-kharaj adalah rezki yang diberikan oleh Allah kepada kaum Muslim karena kemenangan mereka atas musuh-musuh mereka, kewajiban Kharaj dilaksanakan setiap satu tahun sekali.

 Ushr
Ushr adalah bea impor yang dikenakan kepada semua pedagang, dibayar hanya sekali dalam setahun dan hanya berlaku bagi barang yang nilainya lebih dari 200 dirham. Jadi, ushr ini diwajibkan pada komoditas perdagangan yang di Ekspor maupun di Inpor dalam sebuah Negara Islam. Ushr juga dipungut terhadap pedagang kafir zimi yang melewati perbatasan, disebabkan karena adanya perjanjian damai antara kaum muslim dengan kaum mereka, yang salah stu poinnya menyebutkan tentang ushr ini

 Zakat
Zakat dan ushr adalah pendapatan yang paling utama bagi Negara pada masa Rasulullah hidup. Kedua jenis pendapatan ini berbeda dengan pajak dan tidak diperlakukan seperti pajak. Zakat dan ushr adalah kewajiban agama dan termasuk salah satu pilar islam. Ditinjau dari sisi keuangan publik maka pengumpulan dan pengeluaran dana zakat dapat dipandang sebagai kegiatan untuk mencapai sasaran distribusi pendapatan yang lebih merata. Islam tidak menghendaki adanya harta yang diam di dalam tangan seseorang. Apa bila harta tersebut sudah cukup nisbahnya maka berdasarkan ketentuan syari’at Islam yang ada, harta yang ada wajib dikeluarkan zakatnya. Dengan demikian, terlihat disini ada usaha untuk mendorong orang untuk memutarkan hartanya kedalam system perekonomian. Dalam hal ini tampak tujuan distribusi dari kebijakan fiskal. Dalam hal ini kebijakan zakat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi.


 Ahwal Fadhla
Ahwal fadhla, yaitu harta benda kaum muslimin yang meninggal tampa ahliwaris, atau berasal dari barang-barang seorang muslim yang meninggal tampa ahliwaris, atau berasal dari barang-barang seorang muslim yang meniggalkan negerinya.

 Nawaib
Nawaib yaitu pajak yang jumlahnya cukup besar yang yang dibebankan kepada kaum muslimin yang kaya dalam rangka menutupi pengeluaran Negara selama masa darurat dan ini pernah terjadi pada masa perang Tabuk.








[ Selengkapnya...]
Label:

Wanita dalam Presfektif Islam

Islam adalah agama yang universal. Agama yang tidak pernah membedakan antara yang kaya dan yang miskin. Agama yang tidak mengenal suku, bangsa dan ras. Islam tidak pernah membedakan antara laki-laki dan perempuan. Semua manusia di dunia ini di mata Islam sama. Sama-sama hanya hamba Allah. Yang mebedakan manusia di mata Allah adalah drajat taqwa. Allah telah tegaskan masalah ini dalam firmannya:

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling Bertaqwa”

Ayat di atas dengan gamblang menjelaskan kepada kita bahwa taqwalah yang membedakan posisi manusia di mata Allah. Bukan keelokan paras, bukan harta kekayaan dan juga bukan pangkat dan jabatan.
Dulu ketika masa jahiliyah wanita di tempatkan dalam posisi yang sangat hina. Hak-hak wanita sebagai seorang manusia sering kali diabaikan. Seorang ayah di kala itu akan sangat merasa malu jika punya anak wanita. Karena mereka menilai wanita adalah makhluk paling lemah dan tidak bisa diandalkan untuk berperang. Bahkan syadina Umar bin Khatab pernah mengubur hidup-hidup putrinya. Alasannya, hanya satu yaitu rasa malu. 


Sungguh memprihatikan kondisi wanita di masa itu. Hingga datanglah Islam, agama rahmatan lil ‘alamin, mengangakat harkat dan martabat wanita. Wanita dimuliakan dan hak-haknya diakui oleh Islam. Islam menyadri betul bahwa wanita memiliki kedudukan yang sangat penting dalam keluarga bahkan dalam kehidupan bernegara. Ada yang mengatakan bahwa wanita ini adalah tiang Negara, maju atau mundurnya suatu Negara ditentukan oleh kualitas wanita di Negara tersebut.


Wanitalah orang yang paling dekat dengan anak dalam keluarga, karena memang itulah tugas utama wanita dalam keluarga yaitu mengurus suami dan anak-anak mereka. Wanitalah yang paling bertanggungjawab dengan pendidikan generasi muda bangsa dalam keluarga. Sehingga tidak mengherankan jika muncul sebuah ungkapan bahwa “anak yang cerdas diwarisi oleh seorang ibu yang cerdas”. Agaknya ungkapan ini mengisyaratkan kepada kita bahwa wanita itu juga harus memiliki ilmu pengetahuan. Selama cara mendapatkannya tidak bertentangan dengan aturan yang telah digariskan oleh Islam. Begitulah cara Islam dalam memuliakan seorang wanita.


Namun sayang, di tengah kebebasan dan ketinggian posisi wanita dalam islam, banyak mereka yang lupa diri dengan kodratnya sebagai seorang wanita. Mereka menuntut kebebasan secara menyeluruh, termasuk kebebasan yang menyalahi kodratnya sebagai seorang wanita. Mereka kemas tuntutan mereka itu dalam sebuah kata “emansipasi” yang selalu mereka dengung-dengungkan dewasa ini. Mereka menuntut hak yang sama dengan laki-laki dalam segala aspek kehidupan. Kita lihat saja ada beberapa pekerjaan dan olahraga yang hanya pantas dilakukan dan dikerjakan oleh laki-laki, tapi wanita sangat ingin sekali terlibat dalam semua persoalan tersebut yang jelas-jelas sudah mencedrai kodrat mereka sebagi seorang wanita.


Para penyeru kebebasan wanita dewasa ini, bertambah gencar saja dalam melambungkan kata-kata emansipasi, dengan berusaha sekuat tenaga menodai kehormatan dan kedudukan para wanita, berbagai ucapan dan slogan-sloganpun dengan entengnya keluar dari mulut mereka. Semua itu pada intinya adalah untuk menyeret wanita agar supaya mempunyai kedudukan setara dengan kaum laki-laki, agar wanita meninggalkan serta menanggalkan identitasnya sebagai seorang muslimahnya. agar wanita berhias secantik mungkin agar bertambah ayu, feminim, dan menawan bagi kaum laki-laki ketika keluar dari tempat tinggalnya. Dan berbagai seruan lainya yang terlihat manis dan menjajikan namu pada hakekatnya tanpa mereka sadari itu semua telah menggiring mereka untuk keluar dari syari’at yang telah digariskan oleh agama Islam.


Jelas dalam pandangan islam untuk beberapa hal kedudukan wanita beda dengan pria. Seorang pria akan menjadi imam bagi anak istrinya dan anaknya sementara wanita akan menjadi istri dan ibu bagi anak-anak mereka. Pada dasarnya Allah tidak akan membebani wanita dengan tanggung jawab untuk mencari nafkah karena itu adalah tanggungjawab laki-laki sebagai seorang suami. Namun, islam juga tidak melarang seorang wanita membantu meringankan beban dan tanggungjawab suami selagi caranya tidak bertentangan dengan ajaran dan syari’at agama.


Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua. Semestinya, kaum wanita hendaknya menjadikan rumahnya seperti istananya dan tidak terlalu berambisi untuk menyamai kodrat laki-laki, serta tidak terlalu hanyut dengan kata “emansipasi” yang selalu didengung-dengungkan itu. Karena memang rumah dan keluargalah medan kerja mereka sebagai seorang wanita. Allah berfirman:

"Hendaklah kaum wanita (wanita muslimah), tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku seperti orang -orang jahiliyah dahulu." (QS. Al-Ahzab: 33)

Rasulullah bersabda:
Dan wanita adalah penanggung jawab di dalam rumah suaminya ia akan di minta pertanggung jawabannya atas tugasnya.





*Oleh: Heru Perdana P

[ Selengkapnya...]
Label:

Renungan Hari Ibu

Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Di samping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahankannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya.Selain aib yang harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemohan, karena telahelahirkan seorang bayi haram tanpa bapa. Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan di mana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love – Kasih.

Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan di waktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan. Terkadang ia harus menjahit sampai jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, di samping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.

Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan.

"pengorbanan ibu"

Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca di luaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja. Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.

Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Di sana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.

Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak diundang, bahkan kehadirannya tidaklah diinginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu. Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya.

"hari ibu"

Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Di rumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai babu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.

Di rumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.

Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo.

Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.

Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.

Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat di bawah nol dan salujupun turun dengan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat di mana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dlm keadaan sakit.

"kasih ibu"

Setiba di rumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang membukakan pintu rumah gedong di mana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya ? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor: “Kamu sudah bekerja di rumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!”

“Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!” kata wanita tua itu.

“Maaf saya tidak ada waktu, di samping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!” ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis.

Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih, belas kasihanpun tidak ada. Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon di rumah putrinya “Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon ke kantor polisi, sebab di halte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!”

"hari ibu"

Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.

Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja “Mother’s Day” sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu.

Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah. Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?

Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.When Mother prayed, she found sweet rest,
When Mother prayed, her soul was blest;
Her heart and mind on God were stayed,
And God was there when Mother prayed!
Our thanks, O God, for mothers
Who show, by word and deed,
Commitment to Thy will and plan
And Thy commandments heed.
A thousand men may build a city,
but it takes a mother to make a home.
No man is poor who has had a godly mother!

Siapapun Kita semua yang ada di dunia sekarang. baik itu seorang pelajar atau pejabat, baik seorang jendral maupun kopral, baik seorang mahasiswa ataupun taruna, baik itu seorang penjahat ataupun pelacur, baik itu seorang koruptor atau pun director, baik seorang menteri ataupun seorang peragawati. Kita semua terlahir dari rahim ibu, ibu yang dengan tulus ikhlas mengandung merawat dan membesarkan kita hingga sekarang kita menjadi seperti ini. Coba saja kalo ibu kita tidak ikhlas mungkin kita sudah di aborsi. Ketika kecil kita sakit beliau merawat kita, ketika kita belum bisa berjalan, beliau menuntun kita, ketika kata belum terucap beliau membimbing kita. Siapapun ibu kita entah renta atau masih muda, entah masih bersama kita ataupun sudah tiada, mari kita ucapkan terima kasih pada beliau, mari kita kasihi beliau sebagaimana kita dulu beliau kasihi, Ya Tuhanku berikanlah tempat teramat istimewa bagi ibuku tersayang.

Selamat Hari Ibu

*http://terselubung.blogspot.com

[ Selengkapnya...]
Label:

10 Fakta Tentang Tsunami

Kata 'tsunami' berasal dari bahasa Jepang, dan diterjemahkan sebagai 'gelombang pelabuhan'. Tsunami dulu disebut 'gelombang pasang', tetapi istilah tersebut penggunaannya oleh ilmuwan telah bergeser.

1. Tsunami terdiri dari serangkaian gelombang yang dikenal sebagai kereta gelombang, bukan gelombang tunggal. Untuk tsunami yang besar, gelombang ini tiba-tiba dan yang pertama tidak selalu yang terbesar.

2. Sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi bawah laut. Gempa bumi berkekuatan 8,0 sebagai penyebab bencana Samoa, menurut US Geological Survey. Sebuah gempa bumi bisa menyebabkan tsunami jika memiliki kekuatan yang cukup dan berada di kedalaman air yang memadai. 3. Sekitar 80 persen dari seluruh tsunami terjadi di Samudera Pasifik.

4. Teori gempa bumi bawah laut yang berada dibalik tsunami pertama kali dikemukakan oleh sejarawan Yunani kuno Thucydides, pada tahun 426 SM, dalam bukunya “History of the Peloponnesian War.”

5. Letusan gunung berapi, tanah longsor besar, dampak meteorit dan ledakan nuklir bawah laut juga dapat menyebabkan tsunami, seperti juga siklon tropis atau kondisi cuaca lainnya. Sebuah tsunami yang disebabkan badai dikenal sebagai 'meteotsunami'seperti peristiwa hancurnya Burma pada 2008.

6. Terlepas dari ukuran gelombang besar ketika mereka menyentuh tanah, amplitudo (tinggi gelombang) dari tsunami sedikitnya tiga meter di laut terbuka, sedangkan panjang gelombang (jarak antara dua puncak) sepanjang 120 mil. Pada titik ini Tsunami akan mencapai kecepatan lebih dari 500 mph.

7. Ketika tsunami mencapai air dangkal, gelombang mengecil dan menjadikan panjang gelombang pendek, namun amplitudonya menjadi lebih tinggi. Gelombang kemudian melambat, walaupun demikian ia masih memiliki kecepatan sekitar 50 mph.

8. Menduga tsunami sudah dekat sangatlah mustahil. Dalam beberapa kasus, peringatan alam dapat terlihat pada saat air di sepanjang pantai tiba-tiba surut, dalam sebuah fenomena yang disebut drawback. Ini terjadi ketika sebuah palung tsunami mencapai tanah sebelum gelombang memuncak.

9. Seorang gadis Inggris berusia 10 tahun, Tilly Smith pernah menyelamatkan hampir seratus jiwa dengan pengetahuannya saat menjelang tsunami Samudera Hindia pada 2004.

10. Dia telah belajar tentang drawback dalam pelajaran geografi dan memperingatkan keluarganya kemudian berantai kepada orang lain. Ia berkesempatan pidato di PBB dan memiliki sebuah asteroid yang dinamai 20002 Tillysmith.


*sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2009/12/10

[ Selengkapnya...]
Label:

Masalah dan Kehidupan

Kita tentu sering atau setidaknya pernah mendengar sebuah kalimat seperti ini, “Hidup itu adalah masalah”? sebuah kalimat yang terdengar klise, tapi sering kita dengar, baik itu dalam bercnda ketika bergaul atau mungkin ketika seorang sahabat memberikan nasehat kepada kita ketika kita mengeluhkan tentang hidup kepadanya. Memang terdengar klise, tapi itulah sejatinya hidup. Hidup dan msalah ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. 

Kehidupan kita tak akan pernah terlapas dari sebuah kata yang disebut “masalah” itu. Selagi kita masih hidup dan masih saja menghirup oksigen bumi Allah ini, maka masalah akan terus mengikuti gerak langkah kita. Jadi, jangan pernah terlalu berharap masalah akan pergi dari kehidupan kita. Apalagi mengutuki Tuhan ketika masalah itu menghampiri kita. 

Tidak sedikit juga dari kita yang mengutuki nasib ketika masalah datang. Ada yang megatakan Tuhan tidak adillah, ada yang mengatakan tuhan tidak sayang lagi pada meraka, dan banyak lagi kalimat lain yang bernada mengutuki nasib. Itu semua hanya pekerjaan sia-sia saja yang hanya akan buat kita semakin terpuruk. Jangan habiskan waktu kita untuk kalimat-kalimat yang tidak penting itu. Jika itu tetap kita lakukan berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk sebuah hal bodoh yang hanya memperbesar masalah saja. Coba saja kita berfikir mencari solusi ketika masalah itu datang mungkin saja kita akan bahagia dengan masalah itu.


Tidak ada seorang pun yang hidup di dunia ini yang luput dari masalah. Saya, anda dan semua orang yang ada di sekitar kita tentu punya masalah masing-masing. Sebenarnya masalah akan mulai terasa ketika kita baru mengenal arti kehidupan ini. Karena masalah adalah bahagian dari kehidupan. Dalam kehidupan ini kita selalu dihadapkan pada berbagai kesempatan yang terselubung rapi dalam bentuk masalah yang selalu memerlukan sebuah jalan keluar cerdas.


Kenapa anak kecil terlihat tidak memikirkan masalah dalam kehidupannya. Mereka terlihat sangat menikmati kehidupannya. Mereka tertawa lepas tanpa beban. Ah, bahagia sekali kehidupan anak kecil itu. Masa kecil memang masa yang sangat indah. Mereka seperti itu karena mereka belum begitu paham arti dari sebuah kehidupan. Hanya persoalan waktu saja, sebelum mereka betul-betul mengenal arti hidup.


Dalam pikiran kita, tentu kita berharap kita akan terbebas dari segala bentuk belenggu masalah. Tapi itu semua hanya harapan sia-sia saja. Harapan yang kecil sekali kemukinannya akan terwujud atau bahkan tidak akan pernah terwujud sama sekali. Jadi, berhenti saja berharap yang aneh-aneh seperti itu. Karena masalah akan tetap ada. Semakin besar keinginan kita untuk membuang masalah dari kehidupan kita, maka semakin besar rasa itu akan menghantui kehidupan kita.


Beragam cara orang dalam menyikapi masalah dalam kehidupannya. Ada yang mengangap masalah sebagai sebuah hambatan dan akhirnya ia kan putus asa. Ada juga yang mengangap masalah sebagai sebuah tantangan dan selalu berusaha mencari cara untuk meleweti semua tantangan itu.


Sebenarnya besar atau kecilnya masalah itu tergantung cara pandang dan bagaimana cara kita dalam menyikapi masalah. Tidak ada kita yang benar-banar memiliki masalah yang besar, dan juga tidak ada kita yang benar-banar tidak punya masalah dalam hidup ini. Sesungguhnya pikiran kitalah yang menetukan semuanya. Pikran kitalah yang telah membesar-besarkan masalah. Dan pikiran kita juga yang bisa membuat hidup kita serasa tanpa masalah. Jadi, masalah hanya ada dalam pikiran kita saja. Masalah itu ada dalam diri kita sendiri, bukan pada orang lain dan bukan juga pada lingkungan kita. Kitalah yang menciptakan masalah melalui pikiran-pikiran yang selalu dipenuhi rasa takut. Pikiran takut susah, takut miskin, takut tidak lulus, takut dibenci, takut gagal dan ketakutan-ketakutan lainya.


Sebanarnya kita manusia ini adalah makhluk yang unik. Kita dirancang untuk memecahkan masalah dan menemukan cara baru dalam melakukan sesuatu dalam hidup ini. Masalah adalah bagian dari alam semesta dan kehidupan ini yang selalu memacu kita untuk belajar, mengalami dan mengerjakan sesuatu. Bukan justru memupuk pikiran dengan rasa takut yang tak berdasar yang hanya membuat kita merasa masalah itu adalah sebuah momok menakutkan dalam kehidupan ini.


Mulai saat ini, mari kita ubah cara kita dalam menyikapi dan menghadapi masalah karena masalah itu tidak akan mungkin kita singkirkan dari kehidupan kita. Para pemikir mengatakan bahwa masalah itu adalah kesempatan untuk belajar. Jadi, mari kita belajar untuk membuat hidup ini terasa lebih indah.


Jangan pernah takut Dengan MASALAH, tapi mari kita pikirkan cara terbaik dalam menyikapinya….!!!


*Oleh: Heru Perdana Putra (mahasiswa Ekonomi Islam IAIN Imam Bonjol Padang)

[ Selengkapnya...]
Label:

10 Kiper Terbaik Indonesia Sepanjang Sejarah

1. Maulwi Saelan
Maulwi Saelan (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Agustus 1928; umur 81 tahun) adalah salah satu pemain sepakbola legendaris, bermain di Olimpiade 1956 dan juga pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia juga pernah menjadi salah satu ajudan pribadi presiden Soekarno. Selain itu ia dikenal juga sebagai pendiri Taman Siswa Makassar.

2. Ronny Paslah
Ronny Pasla (Medan, 15 April 1947 adalah mantan kiper Indonesia yang berkiprah sekitar tahun 1960’an – awal 1970. Ejaan namanya sering juga ditulis sebagai Ronny Paslah.punya julukan Macan Tutul.

Prestasi Tim Nasional Indonesia
* Timnas Indonesia, Juara Piala Agakhan di Bangladesh, 1967
* Timnas Indonesia, Juara Merdeka Games, 1967
* Timnas Indonesia, Peringkat III Saigon Cup, 1970
* Timnas Indonesia, Juara Pesta Sukan Singapura, 1972


3. Yudo Hadianto
Yudo Hadianto (lahir di Solo, Jawa Tengah, 19 September 1941; umur 68 tahun) adalah salah satu pemain sepak bola legendaris Indonesia era 1960-an dan 1970-an. Pada masanya ia sempat diakui sebagi kiper terbaik Asia. Selain itu ia pernah kuliah di Fakultas Ekonomi UI periode 1960-1963 tetapi tidak selesai.

Tim Nasional (1961-1976)
* Juara Merdeka Games 1962, 1969, 1974 di Kuala Lumpur, Malaysia
* Juara King’s Cup 1968 di Bangkok, Thailand
* Juara Aga Khan Cup 1970 di Bangladesh

4. Hermansyah 

Mantan Kiper Tim Nasional era 90 -an, membela klub Mastrans Bandung Raya, dan ikut memberikan gelar juara Liga Dunhill bagi klubnya. dikenal sebagai kiper tangguh, dan spesialis pemblok penalti.

5. Kurnia Sandy
Penerus Hermansyah di tim nasional. didikan PSSI Primavera, Kurnia Sandy juga pernah bergabung setahun dengan tim italia, Sampdoria, walau tak sempat bermain. pulang ke Indonesia, Kurnia Sandy memperkuat Pelita Jaya, Persik Kediri, Arema Malang, Persebaya Surabaya. seperti Hermansyah, Kurnia Sandy dikenal sebagai kiper yang memiliki kemampuan dan skill di atas rata – rata.

6. Listianto Raharjo Salah satu nama yang sempat menjaga gawang Tim Nasional adalah Listianto Raharjo, tangguh dan cekatan dalam menjaga gawang adalah nilai plusnya.


7. Hendro Kartiko
Penjaga gawang tim nasional pasca era Kurnia Sandy. karirnya dimulai dari Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan kini membela Sriwijaya FC. menyabet gelar kiper terbaik pada Piala Asia 2000, dan dijuluki “Indonesian Fabien Barthez”.

8. Jendri Pitoy
Pasca era Hendro Kartiko, Jendri Pitoy sempat mengisi posisi penjaga gawang tim nasional, penjaga gawang Persipura Jayapura ini juga dikenal pandai membaca arah bola dan tangguh. 


9. Markus Horison
Namanya mencuat kala membela PSMS Medan, Kiper yang kini bermain untuk Persib Bandung ini, dikenal tangguh dalam bola – bola atas. salah satu penampilannya yang terbaik adalah ketika Piala Asia 2007 di Jakarta, walau akhirnya Indonesia kalah 0-1, penampilannya mengundang decak kagum, sampai saat ini Markus Horison, yang sekarang telah menjadi muslim, dan merubah nama menjadi Markus Haris Maulana, menjadi pilihan utama di tim nasional senior. Penampilan Markus juga mengesankan pada piala AFF tahun 2010 ini yang bisa mengantarkan Indonesia ke final

10. Sumardi
Last but not Least, Sumardi layak diberi gelar salah satu kiper terbaik Indonesia, memperkuat Tim Nasional era 90-an, Sumardi dikenal dengan kesetiaannya membela klub PKT, tahun lalu Sumardi sempat memperkuat Deltras Sidoarjo, dan tahun ini kembali ke PKT yang berubah menjadi Bontang FC. sulit dibobol lawan, ciri khasnya adalah rambut kuncirnya. 


 

*Dirangkum Dari Berbagai Sumber

[ Selengkapnya...]
Label:

Search

Tentang Saya

Foto Saya
Heru Perdana
Menulis adalah sarana pembebasan jiwa
Lihat profil lengkapku

Add Me on Facebook

Download

Download ebook gratis Download ebook gratis

Blog Info

free counters
Powered by  MyPagerank.Net

Followers